Skin barrier adalah lapisan pelindung terluar kulit yang berfungsi menjaga kelembapan alami sekaligus melindungi kulit dari iritasi, bakteri, polusi, dan bahan kimia dari lingkungan sekitar.
Saat skin barrier dalam kondisi sehat, kulit akan terasa lembap, kenyal, dan bercahaya. Namun ketika skin barrier rusak, kulit bisa bermasalah dan menunjukkan berbagai tanda yang tidak nyaman.
Jika skin barrier rusak, tanda-tandanya dapat terlihat dari kulit perih saat memakai skincare, kemerahan, kering, mengelupas, hingga tiba-tiba berjerawat atau breakout meskipun sebelumnya tidak pernah bermasalah.
Skin barrier yang rusak bisa diperbaiki secara perlahan. Ikuti beberapa tips berikut ini sebagai pertolongan pertama saat skin barrier rusak.
Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak
Sebelum membahas langkah pertolongan pertamanya, kenali terlebih dahulu tanda skin barrier yang rusak. Ini dia beberapa tanda skin barrier rusak yang butuh pertolongan segera lakukan hal-hal berikut ini.
- Jerawat atau breakout mendadak.
- Kulit kering, kasar, atau mudah mengelupas.
- Infeksi pada kulit.
- Kulit menjadi lebih sensitif ditandai dengan iritasi.
- Rasa perih saat menggunakan skincare.
- Kulit terasa gatal, perih, atau kemerahan.
Penyebab Skin Barrier Rusak
Skin barrier bekerja sebagai pelindung bagi berbagai lapisan kulit di bawahnya. Jika terus mendapatkan “serangan” dari luar tanpa mendapatkan perawatan yang tepat, skin barrier bisa rusak secara perlahan-lahan.
Beberapa kebiasaan buruk bisa merusak skin barrier tanpa disadari. Beberapa di antaranya yang paling umum adalah menggunakan sabun dan bahan kimia keras, terlalu sering eksfoliasi (over-exfoliation), dan tidak menggunakan moisturizer.
Beberapa bahan kimia di dalam sabun seperti SLS, alkohol, dan pewangi dapat merusak skin barrier. Sementara itu, eksfoliasi, terutama dengan scrub kasar juga merusak skin barrier dan mengiritasi kulit.
Pertolongan Pertama Saat Skin Barrier Rusak
Mencegah skin barrier rusak bisa dilakukan dengan menggunakan moisturizer secara rutin, menggunakan sabun yang lembut, menghindari penggunaan scrub untuk eksfoliasi, dan lainnya. Namun, jika skin barrier sudah terlanjur rusak, ini dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.
1. Hentikan Eksfoliasi
Pertolongan pertama paling penting saat skin barrier rusak adalah berhenti melakukan eksfoliasi, baik eksfoliasi fisik maupun kimia. Saat skin barrier rusak, kulit membutuhkan waktu untuk pulih. Memaksa eksfoliasi pada kondisi ini hanya akan memperpanjang proses perbaikan.
Eksfoliasi memang bermanfaat untuk membantu regenerasi kulit dan membersihkan sel kulit mati. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau pada kulit yang sudah stres, eksfoliasi justru memperparah kerusakan skin barrier.
Bahan aktif seperti AHA, BHA, retinoid, hingga scrub hanya akan memperburuk kondisi skin barrier dan sebaiknya dihindari.
Saat kulit sudah lebih siap, kamu bisa mulai eksfoliasi lagi dengan lembut. Jangan lakukan terlalu sering, cukup satu kali setiap minggu.
2. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Langkah berikutnya dalam memperbaiki skin barrier rusak adalah dengan berfokus pada hidrasi. Salah satunya adalah dengan memilih pembersih wajah yang lembut dan tidak mengangkat minyak alami dari kulit wajah.
Membersihkan wajah merupakan salah satu langkah paling penting dalam perawatan wajah, jadi penting untuk memilih pembersih yang tepat.
Pilih pembersih wajah yang lembut (gentle cleanser) dengan pH seimbang dan tanpa kandungan keras seperti alkohol tinggi atau pewangi kuat.
Pembersih wajah yang diformulasikan untuk kulit sensitif bisa menjadi pilihan yang tepat. Membersihkan wajah memang penting, tetapi jangan sampai kulit terasa kering atau tertarik setelah mencuci muka.
3. Cuci Muka dengan Air Hangat
Salah satu kesalahan umum saat mencuci muka adalah menggunakan air panas atau air dingin. Padahal, air panas bisa membuat kulit menjadi kering dan merusak skin barrier karena mengangkat semua minyak di wajah, termasuk minyak alami. Sementara itu, air dingin kurang efektif dalam mengangkat minyak dan bakteri pada kulit.
Air hangat (suam-suam kuku) merupakan suhu ideal untuk mencuci muka tanpa mengangkat minyak alami pada kulit. Air hangat membersihkan muka dari kotoran dan minyak berlebih tanpa membuat kulit terasa terlalu kering.
4. Jangan Lupakan Moisturizer
Pemilik kulit rentan berjerawat atau berminyak sering kali menganggap moisturizer tidak diperlukan karena kulit tidak terasa kering. Padahal, moisturizer diperlukan untuk segala jenis kulit, terutama saat skin barrier rusak.
Gunakan moisturizer dengan kandungan ceramide untuk memperbaiki struktur skin barrier, mengunci hidrasi, dan melindungi kulit dari kerusakan akibat lingkungan. Ceramide merupakan salah satu komponen utama yang membentuk lapisan skin barrier.
5. Gunakan Sunscreen
Cara terbaik untuk melindungi kulit dan mencegah skin barrier semakin rusak adalah dengan memakai sunscreen (tabir surya) secara rutin setiap hari, terutama saat berada di luar ruangan. Kamu bisa memilih sunscreen physical maupun chemical sesuai dengan preferensi dan jenis kulit.
Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan maksimal dari sinar UVA dan UVB dari matahari.
Bellegen Skin Booster, The Secret to Timeless Beauty
Itu dia penjelasan lengkap tentang pertolongan pertama saat skin barrier rusak. Selain cara-cara di atas, treatment dengan skin booster Bellegen juga bisa membantu proses perbaikan skin barrier.
Bellegen Skin Booster mengandung polydeoxyribonucleotide (PDRN) Salmon Trout 15.000 ppm, yaitu substansi aktif yang dapat membantu regenerasi kulit, memperbaiki skin barrier, dan mengurangi tampilan kerutan halus, membuat kulit kamu tampak glowing dan awet muda. Dapatkan treatment Bellegen Skin Booster dari Pyfaesthetic di berbagai klinik kecantikan!
Referensi:
– https://health.clevelandclinic.org/skin-barrier.
– https://cbgardn.com/dermatologists-swear-by-these-tips-to-heal-your-skin-barrier-fast/#:~:text=Put%20a%20Pause%20on%20Exfoliation&text=Exfoliation%20is%20another%20area%20that,it%20without%20any%20new%20problems.
– https://www.nhs.uk/live-well/seasonal-health/sunscreen-and-sun-safety.