Tips Mengembalikan Kulit Kencang Setelah Melahirkan – Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit. Seiring pertumbuhan janin dan kenaikan berat badan, kulit di area perut harus meregang untuk menyesuaikan perubahan ukuran tubuh.
Setelah melahirkan, sebagian perempuan mungkin mendapati kulit di area perut terlihat lebih longgar atau tidak sekencang sebelumnya. Kondisi ini merupakan hal yang umum dan proses pemulihannya membutuhkan waktu. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan dan tampilan kulit setelah melahirkan. Simak penjelasannya berikut ini.
Mengapa Kulit Menjadi Lebih Longgar Setelah Melahirkan?
Kulit tersusun dari berbagai komponen, termasuk kolagen dan elastin, yang membantu memberikan struktur serta elastisitas. Selama kehamilan, kulit meregang mengikuti pertumbuhan perut dan perubahan berat badan. Setelah persalinan, kulit tidak selalu dapat kembali ke bentuk sebelumnya dengan cepat sehingga sebagian area tubuh dapat terlihat lebih kendur.
Seberapa cepat kulit kembali kencang dapat berbeda pada setiap orang. Faktor seperti perubahan berat badan, kondisi kulit, genetik, usia, dan seberapa banyak kulit meregang selama kehamilan dapat berpengaruh. Karena itu, tidak perlu terburu-buru mengharapkan perubahan dalam waktu singkat. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah melahirkan.
Tips Mengembalikan Kulit Kencang Setelah Melahirkan
Ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh kembali bugar sekaligus mendukung tampilan kulit agar terlihat lebih kencang. Sebelum memulai aktivitas fisik setelah persalinan, pastikan kondisi tubuh sudah memungkinkan dan konsultasikan dengan dokter, terutama jika baru melahirkan atau menjalani persalinan dengan kondisi tertentu.
1. Mulai dengan Olahraga Kardio
Aktivitas kardio dapat membantu membakar kalori sekaligus melatih otot. Beberapa pilihan yang relatif sederhana antara lain berjalan kaki, berenang, jogging, atau bersepeda. Aktivitas tersebut dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi tubuh setelah melahirkan.
Mulailah secara perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap setelah mendapat persetujuan dokter untuk kembali aktif. Olahraga secara rutin dapat membantu mengurangi atau meminimalkan kelebihan lemak dan mendukung kebugaran tubuh secara keseluruhan.
2. Perhatikan Asupan Protein dan Lemak Sehat
Nutrisi juga berperan dalam mendukung proses pemulihan tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak sehat dapat membantu pembentukan serta pemeliharaan massa otot. Protein juga menjadi sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk pembentukan kolagen.
Kebutuhan protein setiap orang dapat berbeda berdasarkan berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas, dan kondisi tertentu. Ibu yang sedang menyusui juga dapat memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
3. Lakukan Latihan Kekuatan
Selain kardio, latihan kekuatan dapat membantu membentuk dan mengencangkan otot. Peningkatan massa otot dapat memberikan tampilan tubuh yang lebih kencang, termasuk pada area yang sebelumnya mengalami peregangan selama kehamilan.
Beberapa jenis latihan seperti sit-up, push-up, Pilates, yoga, atau gerakan plank dapat melatih otot inti, pinggul, dan bokong. Namun, setelah melahirkan, jenis latihan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika mengikuti kelas atau menggunakan jasa pelatih, beri tahu bahwa Anda baru saja melahirkan agar gerakan dapat dimodifikasi jika diperlukan.
4. Pastikan Tubuh Terhidrasi
Mencukupi kebutuhan cairan juga penting untuk mendukung kesehatan kulit. Air membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dan mendukung elastisitasnya. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dari pola hidup sehat setelah melahirkan.
Kebutuhan cairan dapat berbeda-beda, terutama bagi ibu yang sedang menyusui. Karena itu, pastikan asupan cairan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas sehari-hari.
5. Gunakan Minyak untuk Memijat Kulit
Pijatan lembut pada area tubuh tertentu dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit. Beberapa jenis minyak nabati berpotensi mendukung kesehatan kulit karena kandungan antioksidan dan sifat antiinflamasinya. Minyak almond, misalnya, dapat membantu merawat kulit dan berpotensi memberikan manfaat pada stretch mark.
Minyak seperti jojoba atau minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai carrier oil (minyak nabati yang digunakan untuk mengencerkan minyak esensial sebelum dioleskan ke kulit) untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Namun, sebaiknya pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan hentikan penggunaannya jika muncul iritasi.
6. Pertimbangkan Produk Perawatan Kulit
Produk skincare juga dapat menjadi bagian dari perawatan kulit setelah melahirkan. Beberapa produk diformulasikan dengan kandungan yang ditujukan untuk mendukung kolagen dan elastin pada kulit. Beberapa bahan seperti kolagen, vitamin C, dan retinoid sebagai kandungan yang dapat membantu kulit mendapatkan kembali sebagian kekencangannya.
Namun, ibu yang sedang menyusui atau memiliki kondisi tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk dengan bahan aktif tertentu, khususnya retinoid.
7. Jangan Terburu-buru Menilai Hasil
Salah satu hal penting setelah melahirkan adalah memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi. Kulit yang meregang selama kehamilan tidak selalu langsung kembali seperti sebelumnya setelah persalinan.
Perawatan di rumah dapat membantu mendukung kondisi kulit, tetapi hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. Jika terdapat kelebihan kulit yang cukup banyak dan mengganggu, prosedur medis seperti tummy tuck atau abdominoplasty merupakan salah satu pilihan yang tersedia untuk mengangkat kelebihan kulit. Prosedur tersebut merupakan tindakan bedah dan perlu dipertimbangkan bersama dokter.
CO2 Carboxy sebagai Pilihan Perawatan Kulit Tubuh
Selain perawatan di rumah, sebagian orang mungkin mempertimbangkan treatment estetika untuk membantu memperbaiki tampilan kulit setelah melahirkan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah CO2 Carboxy Therapy dari Pyfaesthetic.
CO2 Carboxy Therapy merupakan treatment non-invasif yang menggunakan kombinasi gel dan sheet untuk memberikan manfaat CO2 tanpa memerlukan injeksi. Treatment ini dapat digunakan untuk perawatan wajah maupun tubuh. Pada perawatan tubuh, bodyline, cellulite, dan stretch mark termasuk beberapa masalah yang dapat ditargetkan.
Pendekatan ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menambahkan perawatan profesional ke dalam rutinitas perawatan tubuh tanpa prosedur injeksi.
Meski demikian, hasil treatment dapat berbeda pada setiap orang. Setelah melahirkan, kondisi tubuh juga perlu menjadi pertimbangan utama sebelum menjalani treatment estetika. Konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga profesional untuk memastikan jenis perawatan dan waktu yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Rawat Kulit dan Berikan Waktu untuk Pulih
Kulit yang tampak lebih longgar setelah melahirkan merupakan bagian dari perubahan tubuh yang dapat terjadi selama kehamilan. Mengembalikan tampilannya agar lebih kencang membutuhkan pendekatan yang realistis dan konsisten, mulai dari olahraga bertahap, pola makan bergizi, hidrasi, hingga perawatan kulit.
Jika perawatan di rumah belum memberikan hasil yang diharapkan, treatment profesional dapat menjadi pelengkap. CO2 Carboxy Therapy dapat menjadi salah satu pilihan non-invasif untuk perawatan kulit tubuh, terutama bagi yang ingin membantu menyamarkan tampilan stretch mark dan masalah kulit tubuh lainnya. Yang terpenting, pilih perawatan sesuai kondisi tubuh dan lakukan konsultasi terlebih dahulu agar perawatan tetap aman dan tepat sasaran.
Referensi:
- https://www.healthline.com/health/pregnancy/loose-skin-postpartum.
- https://ribeskin.com/co2carboxytherapy.