Banyak orang mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan kulit, terutama ketika mengalami masalah seperti kulit kering, kemerahan, atau mudah iritasi.
Salah satu penyebab umum dari berbagai masalah kulit tersebut adalah kerusakan pada skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Ketika skin barrier tidak berfungsi dengan baik, kulit akan lebih mudah kehilangan kelembapan dan menjadi rentan terhadap iritasi, bakteri, serta polusi dari lingkungan.
Karena itu, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas dalam dunia perawatan kulit, yaitu bagaimana cara memperbaiki skin barrier rusak dan apakah hidrasi kulit bisa membantu prosesnya? Temukan jawabannya pada artikel ini. Simak penjelasannya sampai akhir, yuk!
Apa Itu Skin Barrier?
Skin barrier adalah lapisan paling luar dari kulit yang berfungsi sebagai pelindung alami tubuh. Lapisan terluar ini dikenal juga sebagai stratum corneum, yang terdiri dari sel-sel kulit dan lipid alami seperti ceramide, kolesterol, serta asam lemak.
Lapisan ini bekerja seperti tembok pelindung yang menjaga agar air tetap berada di dalam kulit sekaligus mencegah zat berbahaya dari lingkungan masuk ke dalam kulit. Ketika skin barrier sehat, lapisan kulit ini akan membantu melindungi kulit dan lapisan di bawahnya dari dehidrasi, bakteri, dan zat berbahaya. Hasilnya, kulit akan terasa lembap, halus, dan lebih tahan terhadap iritasi.
Namun, jika lapisan ini rusak, kulit akan kehilangan kemampuan untuk mempertahankan kelembapan. Akibatnya, kulit menjadi kering, sensitif, mudah kemerahan, dan terasa tidak nyaman.
Penyebab Skin Barrier Rusak
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan skin barrier mengalami kerusakan. Salah satu penyebab yang paling umum adalah penggunaan produk skincare yang terlalu keras, seperti eksfoliator kuat atau bahan aktif yang digunakan secara berlebihan.
Selain itu, paparan sinar matahari, polusi, serta lingkungan yang terlalu lembap atau kering juga dapat melemahkan lapisan pelindung kulit. Kebiasaan mencuci wajah terlalu sering atau menggunakan sabun yang terlalu kuat juga bisa membuat kulit kehilangan minyak alaminya.
Faktor gaya hidup seperti kurang tidur, stres, serta pola makan yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Semua faktor ini dapat menyebabkan skin barrier menjadi lemah dan memicu berbagai masalah kulit seperti iritasi, jerawat, dan kulit kering.
Faktor genetik juga bisa membuat kamu lebih rentan terhadap kondisi kulit tertentu yang melemahkan skin barrier. Beberapa contoh kondisi kulit yang bisa melemahkan skin barrier yaitu dermatitis atopik, atau eksim, dan psoriasis.
Apa Tanda Skin Barrier Rusak?
Skin barrier yang rusak biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang menjadi lebih sensitif dari biasanya dan masalah kulit baru sering timbul. Kulit akan menjadi lebih rentan terhadap beberapa kondisi kulit seperti berikut ini.
- Kulit kering hingga mengelupas.
- Kulit terasa gatal.
- Kulit terasa kasar pada beberapa bagian tertentu.
- Muncul jerawat.
- Kulit sensitif, meradang, dan memerah.
Apakah Hidrasi Kulit Membantu Memperbaiki Skin Barrier Rusak?
Hidrasi kulit memainkan peran penting dalam membantu memperbaiki skin barrier yang rusak. Ketika kulit terhidrasi dengan baik, kadar air dalam lapisan kulit meningkat sehingga membantu memperkuat fungsi perlindungan alami kulit.
Produk perawatan kulit yang mengandung bahan pelembap seperti hyaluronic acid, gliserin, dan ceramide dapat membantu menarik dan mempertahankan air di dalam kulit. Kandungan tersebut juga membantu memperbaiki struktur lipid yang membentuk skin barrier.
Selain itu, hidrasi yang cukup juga membantu kulit mempertahankan elastisitas dan mempercepat proses regenerasi sel. Hal ini sangat penting untuk memulihkan lapisan kulit yang mengalami kerusakan akibat iritasi atau paparan lingkungan.
Cara Mendukung Perbaikan Skin Barrier
Selain menjaga hidrasi kulit, ada beberapa langkah lain yang dapat membantu memperbaiki skin barrier. Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah produk skincare yang digunakan, menggunakan produk skincare yang lembut dan tidak mengandung bahan yang terlalu keras bagi kulit.
Mengurangi penggunaan eksfoliator atau bahan aktif yang kuat untuk sementara waktu juga dapat membantu kulit pulih lebih cepat. Selain itu, penggunaan sunscreen setiap hari sangat penting untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Untuk kegunaan sehari-hari, pilih sunscreen dengan setidaknya SPF 30 untuk perlindungan yang cukup dari sinar UV.
Menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air dan mengonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.
Dr. Lacto Peel: Your Skin Barrier Rescue
Dapatkan skin barrier yang kuat dan sehat dengan rangkaian Dr. Lacto Peel. Diformulasikan dengan Lactococcus ferment lysate, Dr. Lacto Peel tidak hanya membantu memperbaiki skin barrier, rangkaian ini juga membantu proses regenerasi kulit dan memperbaiki kondisi tampilan kulit dari dampak negatif akibat polusi dan sinar UV.
Dr. Lacto Peel tersedia dalam tiga varian, yaitu Lactopeel Alpha, Lactopeel Beta, dan Lactopeel pH Neutralizer. Lactopeel Alpha dan Beta diperkaya dengan kombinasi dari Lactococcus ferment lysate, AHA, PHA, dan BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mengurangi tampilan garis halus.
Sementara itu, bahan aktif allantoin dan sodium hyaluronate bekerja untuk membantu menenangkan kulit, serta untuk menjaga kelembapan kulit.
Sedangkan Lactopeel pH Neutralizer adalah penetralisir berbentuk gelembung yang diperkaya dengan lactic acid dan Lactococcus ferment lysate untuk menjaga keseimbangan pH kulit, serta ekstrak tumbuhan dan allantoin untuk membantu menenangkan kulit sensitif setelah perawatan. Cek Pyfaesthetic sekarang!
Referensi:
– https://www.healthline.com/health/skin-barrier.
– https://www.healthline.com/health/stratum-corneum.