Skip links
Mengapa Acne Scars Butuh Perawatan Lebih dari Sekadar Krim Biasa

Mengapa Acne Scars Butuh Perawatan Lebih dari Sekadar Krim Biasa?

Banyak orang mengira bahwa bekas jerawat bisa hilang hanya dengan penggunaan krim wajah atau skincare biasa. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Acne scars atau bekas jerawat berbeda dengan noda hitam sementara yang bisa memudar dalam beberapa minggu. Bekas jerawat tertentu membutuhkan pendekatan perawatan yang lebih intensif karena sudah menyebabkan kerusakan pada kulit, misalnya bopeng.

Tidak jarang, meskipun seseorang sudah rutin memakai skincare mahal, tetapi hasilnya tetap minim karena metode yang digunakan tidak sesuai dengan jenis bekas jerawatnya.

Inilah alasan mengapa penting untuk memahami karakter acne scars sebelum memilih perawatan yang tepat. Simak artikel ini untuk mengetahui cara yang tepat untuk merawat acne scars.

Apa Itu Acne Scars dan Bedanya dengan PIH?

Acne scars adalah perubahan permanen pada tekstur kulit akibat peradangan jerawat yang merusak jaringan kulit.

Ketika jerawat meradang cukup dalam, tubuh mencoba memperbaiki kerusakan tersebut dengan membentuk kolagen. Namun, produksi kolagen yang berlebihan dapat menyebabkan bekas jerawat yang menonjol (keloid).

Sementara itu, acne scars yang menimbulkan cekungan (bopeng) pada wajah disebabkan oleh kurangnya produksi kolagen untuk memperbaiki kerusakan jaringan kulit secara mendalam. 

Perlu dibedakan antara acne scars dan post-inflammatory hyperpigmentation (PIH). PIH hanya berupa perubahan warna kulit tanpa kerusakan jaringan, sehingga lebih mudah memudar dengan perawatan topikal.

Sementara itu, acne scars melibatkan perubahan struktur kulit seperti cekungan (atrophic scars) atau tonjolan (hypertrophic scars).

Mengapa Krim Biasa Tidak Cukup?

Krim topikal bekerja terutama di lapisan permukaan kulit. Produk seperti retinol, vitamin C, niacinamide, dan glycolic acid memang dapat membantu mempercepat proses regenerasi kulit dan mencerahkan noda hitam bekas jerawat.

Namun, pada kasus acne scars yang dalam, kerusakan terjadi hingga lapisan dermis, yang tidak bisa sepenuhnya diperbaiki hanya dengan krim atau perawatan topikal lainnya. Krim dan skincare hanya bisa digunakan sebagai perawatan pendukung, bukan solusi utama untuk mengatasi acne scars.

Menurut penjelasan medis, perawatan bekas jerawat yang signifikan sering kali membutuhkan prosedur dermatologis seperti laser resurfacing, microneedling, chemical peeling intensitas tinggi, atau dermal fillers.

Hal ini karena prosedur tersebut mampu merangsang regenerasi kolagen lebih dalam dibandingkan produk topikal.

Selain itu, respons kulit setiap individu berbeda. Faktor lain seperti jenis kulit, kedalaman bekas jerawat, serta usia juga memengaruhi efektivitas krim biasa.

Jenis-Jenis Acne Scars yang Membutuhkan Penanganan Khusus

Secara umum, acne scars terbagi menjadi beberapa tipe utama. Atrophic scars adalah jenis yang paling umum dan berbentuk cekungan, termasuk ice pick scars, boxcar scars, dan rolling scars. Jenis ini terjadi akibat kurangnya produksi kolagen selama proses penyembuhan.

  • Boxcar Scars: Bekas jerawat berbentuk cekungan yang cukup lebar dengan tepi yang tegas dan terlihat jelas. Bentuknya menyerupai kotak atau kawah dengan dasar yang datar. Boxcar scars paling sering terbentuk di area pipi bagian bawah dan rahang yang lapisan kulitnya lebih tebal.
  • Ice Pick Scars: Bekas jerawat berukuran lebih kecil dan sempit, tetapi memiliki kedalaman yang tajam hingga menembus ke lapisan kulit bagian dalam. Bentuknya menyerupai tusukan jarum atau lubang kecil yang runcing. Jenis ini paling sering ditemukan di area pipi. Ice pick scars dikenal sebagai salah satu tipe bekas jerawat yang paling sulit diatasi karena kedalamannya, sehingga biasanya memerlukan perawatan yang lebih intensif dan konsisten.
  • Rolling Scars: Bekas jerawat dengan kedalaman yang bervariasi serta tepi yang landai atau tidak tegas. Karakteristik ini membuat permukaan kulit tampak bergelombang dan tidak rata.

Sebaliknya, hypertrophic scars atau keloid terbentuk karena produksi kolagen berlebihan, sehingga kulit tampak menonjol. Setiap tipe scar memiliki pendekatan terapi yang berbeda. Karena variasi inilah, penggunaan satu jenis krim untuk semua tipe bekas jerawat tidak selalu efektif.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika bekas jerawat sudah bertahan lama, tampak dalam, atau memengaruhi kepercayaan diri secara signifikan, konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan. Evaluasi profesional membantu menentukan jenis acne scars dan perawatan yang paling sesuai.

Semakin cepat perawatan dimulai setelah jerawat mereda, semakin baik peluang memperbaiki tekstur kulit. Selain itu, treatment juga mencegah jerawat baru agar bekas jerawat baru tidak bertambah.

Gwang Feel, 72hr Recovery System for Acne Skin

Itu dia penjelasan singkat mengapa acne scars membutuhkan perawatan lebih dari sekadar krim biasa. Ingin kulit tampak halus, cerah, dan bebas bekas jerawat? Miliki kulit sehat dan glowing dengan treatment Gwang Feel yang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat.

Gwang Feel diformulasikan dengan 99% Spongilla spicules micro spicule untuk membantu regenerasi kulit dalam 72 jam, BHA untuk membantu mengontrol sebum berlebih dan mengangkat sel kulit mati, IntoCell-IGF-1, serta peptide yang bersifat antimikroba dan menenangkan untuk mendukung proses regenerasi kulit wajah.

Dengan begitu, tekstur kulit akan terlihat lebih rata, cerah, sehat, dan glowing. Dapatkan treatment Gwang Feel dari Pyfaesthetic di berbagai klinik kecantikan!

Referensi:

– https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21222-acne-scars.

– https://www.vogue.in/beauty/content/can-topical-treatments-alone-fix-acne-scars-permanently.

– https://www.healthline.com/health/skin-disorders/types-of-acne-scars.

Leave a comment

Custom Plugin aktif 🚀

×

PYFAESTHETIC VERIFICATION