Kulit manusia bukan hanya sekadar lapisan pelindung, tetapi juga ekosistem kompleks yang dihuni oleh berbagai mikroorganisme yang berperan menjaga keseimbangan dan kesehatan kulit.
Ekosistem ini dikenal sebagai skin microbiome yang akhir-akhir ini menjadi salah satu fokus penting dalam dunia dermatologi dan estetika. Ketika keseimbangan mikrobioma kulit terganggu, berbagai masalah kulit dapat muncul, mulai dari jerawat, kulit sensitif, hingga gangguan fungsi skin barrier.
Itulah mengapa pendekatan perawatan kulit modern kini tidak hanya berfokus pada eksfoliasi atau stimulasi kolagen, tetapi juga pada pemeliharaan keseimbangan mikrobioma kulit.
Salah satu bahan aktif yang mulai banyak diteliti dalam konteks ini adalah Lactococcus ferment lysate, sebuah komponen bioaktif yang berasal dari proses fermentasi bakteri yang kaya manfaat.
Ingin tahu lebih banyak tentang peran Lactococcus ferment lysate? Simak penjelasan lengkapnya dari dr. Irfan Prasetya, M.Biomed (AAM) dari Shinery Aesthetic Clinic, yuk!
Apa Itu Lactococcus Ferment Lysate?
Lactococcus ferment lysate adalah komponen bioaktif yang berasal dari bakteri Lactococcus yang telah melalui proses fermentasi dan kemudian dipecah. Jadi, yang digunakan bukanlah bakteri hidup, melainkan fragmen bioaktifnya yang dapat memberikan manfaat biologis pada kulit.
Bahan ini sering dikategorikan sebagai postbiotic ingredient, yaitu komponen biologis yang berasal dari mikroorganisme tetapi tidak lagi berupa sel hidup. Bahan berbasis mikrobioma seperti Lactococcus ferment lysate mampu berinteraksi dengan sistem imun kulit sekaligus membantu menjaga keseimbangan flora alami kulit.
Di samping itu, postbiotic ingredient juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu cenderung stabil dalam formulasi skincare, dan relatif lebih nyaman untuk digunakan dibanding probiotik hidup. Meskipun begitu, bahan ini tetap mampu berinteraksi dengan kulit dengan baik.
Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Postbiotik dalam Skincare
Untuk memahami peran Lactococcus ferment lysate, penting untuk mengetahui tiga istilah yang sering digunakan dalam konsep microbiome skincare. Berikut adalah ketiganya.
- Probiotik: Merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Dalam konteks ekosistem kulit, probiotik dapat membantu menyeimbangkan mikrobioma dan menekan pertumbuhan bakteri patogen.
- Prebiotik: Nutrisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme baik yang ada pada tubuh, termasuk pada ekosistem kulit.
- Postbiotik: Komponen bioaktif yang dihasilkan dari metabolisme atau pemecahan mikroorganisme. Lactococcus ferment lysate termasuk dalam kelompok ini karena terdiri dari fragmen biologis yang tetap memiliki aktivitas biologis meskipun mikroorganismenya tidak lagi hidup.
Dalam produk skincare modern, postbiotik sering dianggap lebih stabil dan lebih nyaman dibandingkan probiotik hidup.
Manfaat Lactococcus Ferment Lysate
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bahan berbasis fermentasi mikroorganisme dapat memberikan beberapa manfaat penting bagi kesehatan kulit. Ini dia beberapa di antaranya.
- Membantu Menyeimbangkan Mikrobioma Kulit
Kulit yang sehat memiliki keseimbangan mikroorganisme alami. Ketidakseimbangan mikrobioma dapat memicu inflamasi serta memperburuk kondisi seperti jerawat.
Penelitian klinis menunjukkan bahwa penggunaan topikal produk yang mengandung Lactococcus ferment lysate dapat membantu melawan jerawat dengan menurunkan jumlah jerawat serta membantu mengontrol sebum berlebih.
- Memiliki Efek Menenangkan Kemerahan
Kemerahan merupakan salah satu tanda utama dari masalah kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan berbasis mikrobioma dapat membantu mengurangi kemerahan pada kulit.
Bahkan, sudah terungkap dalam penelitian bahwa penggunaan 5% bahan ini mampu menurunkan kemerahan hingga 47%. Dengan demikian, bahan ini berpotensi membantu menenangkan kulit yang sensitif atau mengalami kemerahan.
- Mendukung Fungsi Skin Barrier
Fungsi utama kulit adalah sebagai pelindung terhadap lingkungan luar. Kerusakanskin barrier dapat menyebabkan kulit menjadi kering, sensitif, dan mudah mengalami iritasi.
Penelitian pada model epidermis manusia menunjukkan bahwa lysate bakteri probiotik dapat meningkatkan produksi protein penting padabarrier kulit, seperti loricrin dan filaggrin, yang berperan dalam mempertahankan integritas stratum korneum.
- Mendukung Proses Regenerasi Kulit
Selain memperbaiki fungsi skin barrier, beberapa studi menunjukkan bahwa ferment lysate dari bakteri probiotik dapat membantu melindungi kulit dari dampak negatif akibat stres oksidatif atau paparan lingkungan.
Hal ini menjadikan bahan ini cocok untuk digunakan dalam perawatan kulit yang bertujuan memperbaiki kondisi kulit terutama perbaikan dalam hal skin quality.
Peran Lactococcus Ferment Lysate dalam Membantu Proses Regenerasi Kulit
Regenerasi kulit merupakan proses biologis alami yang melibatkan pergantian sel epidermis secara terus-menerus. Dalam kondisi normal, siklus ini berlangsung sekitar 28 hari, namun dapat terganggu oleh faktor usia, paparan UV, polusi, maupun inflamasi kronis.
Bahan aktif seperti Lactococcus ferment lysate dapat membantu proses ini melalui beberapa mekanisme biologis, seperti mendukung keseimbangan mikrobioma kulit, membantu menenangkan kemerahn, meningkatkan integritas skin barrier, serta mendukung vitalitas epidermis. Dengan mekanisme tersebut, kulit dapat mempertahankan lingkungan yang lebih optimal untuk proses regenerasi kulit.
Cara Menggunakan Skincare dengan Lactococcus Ferment Lysate
Bahan aktif berbasis mikrobioma seperti Lactococcus ferment lysate dapat digunakan dalam berbagai bentuk formulasi perawatan kulit, baik sebagai bagian dari produk skincare harian, maupun dalam tindakan dermatologi estetika seperti peeling.
Tujuan utamanya adalah membantu menjaga keseimbangan mikrobioma kulit sekaligus mendukung proses regenerasi epidermis. Penggunaannya secara disiplin dan teratur tentu akan sangat mengoptimalkan hasilnya.
Apakah Cocok untuk Semua Jenis Kulit?
Secara umum, bahan berbasis postbiotik dalam beragam bentuk sediaan seperti skincare ataupun bahan perawatan seperti peeling cenderung memiliki tolerabilitas yang baik dan dapat digunakan pada berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
Namun, mengingat level sensitivitas kulit juga beragam, ada baiknya pemilihan produk dan treatment tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu dan diawasi dengan baik oleh dokter.
Apakah Boleh Dikombinasikan dengan Bahan Aktif Lain?
Lactococcus ferment lysate umumnya dapat digunakan bersama berbagai bahan aktif lain seperti:
- AHA atau PHA: Membantu eksfoliasi permukaan kulit dan mempercepat pergantian sel epidermis.
- BHA (salicylic acid): Bekerja lebih dalam di memasuki pori sehingga bermanfaat pada kulit berminyak atau acne-prone skin.
- Niacinamide: Membantu memperkuat fungsi skin barrier serta mengontrol produksi sebum berlebih
- Hyaluronic Acid: Berperan sebagai humektan yang meningkatkan hidrasi kulit.
- Antioksidan: Membantu melindungi kulit dari dampak negatif akibat stres oksidatif atau paparan lingkungan.
Dalam banyak formulasi modern, kombinasi ini digunakan untuk mendapatkan efekeksfoliasi, hidrasi, serta pemeliharaan keseimbangan mikrobioma kulit secara bersamaan dan lebih optimal.
Contohnya ada pada rangkaian Dr. Lactopeel Alpha dan Dr. Lactopeel Beta, yaitu bentuk formulasi modern dari Lactococcus ferment lysate yang digunakan dalam treatment peeling. Kombinasi komposisi pada keduanya memungkinkan potensi hasil akseleratif yang jauh lebih baik dan optimal.
Berapa Lama Hasil Dapat Terlihat?
Perbaikan kondisi kulit secara umum biasanya tidak terjadi secara instan, meski formulasi modern dari bahan Lactococcus ferment lysate seperti dr. Lactopeel memungkinkan proses yang lebih cepat.
Dalam beberapa penelitian klinis mengenai mikrobioma topikal yang mengandung Lactococcus ferment lysate, penurunan jumlah jerawat dan kontrol sebum berlebih mulai terlihat hasilnya dalam beberapa minggu penggunaan.
Sebagaimana proses biologis kulit pada umumnya, hasil optimal biasanya terlihat setelah beberapa siklus regenerasi kulit. Oleh karenanya, untuk lebih memaksimalkan hasil, perawatan yang menggunakan bahan ini lebih direkomendasikan untuk dilakukan dengan sistem berkala dalam beberapa sesi.
Dr Lactopeel: Regenerate Your Beauty
Dapatkan kulit yang lebih sehat dan glowing dengan menjaga keseimbangan mikrobioma kulit bersama rangkaian dr. Lactopeel.
Diformulasikan dengan Lactococcus ferment lysate, dr. Lactopeel tidak hanya membantu memperbaiki skin barrier, rangkaian ini juga membantu proses regenerasi kulit dan memperbaiki kondisi tampilan kulit dari dampak negatif akibat polusi dan sinar UV.
Dr. Lactopeel tersedia dalam tiga varian, yaitu Lactopeel Alpha, Lactopeel Beta, dan Lactopeel pH Neutralizer.
Lactopeel Alpha dan Beta diperkaya dengan kombinasi dari Lactococcus ferment lysate, AHA, PHA, dan BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan mengurangi tampilan garis halus. Sementara itu, bahan aktif allantoin dan sodium hyaluronate bekerja untuk membantu menenangkan kulit, serta untuk menjaga kelembapan kulit.
Sedangkan Lactopeel pH Neutralizer adalah penetralisir berbentuk gelembung yang diperkaya dengan lactic acid dan Lactococcus ferment lysate untuk menjaga keseimbangan pH kulit, serta ekstrak tumbuhan dan allantoin untuk membantu menenangkan kulit sensitif setelah perawatan. Cek Pyfaesthetic sekarang!