Skip links

Sudah Rutin Treatment tapi Hasilnya Belum Maksimal? Ini Penjelasan Dokter

Sudah Rutin Treatment tapi Hasilnya Belum Maksimal? – Banyak orang rutin menjalani berbagai perawatan estetika seperti skin booster atau collagen stimulator dengan harapan kulit menjadi lebih sehat, kenyal, dan tampak awet muda. Namun, tidak sedikit pula yang merasa hasil treatment belum sesuai ekspektasi meski sudah dilakukan secara berkala. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dalam sesi diskusi bersama tim Pyfaesthetic (https://www.instagram.com/reels/DaKnb7DT8sP/), dr. Feidriwan, M.Biomed (AAM) dan dr. Mathelda Weni, M.Kes (AAM), M.M. menjelaskan bahwa masalahnya tidak selalu terletak pada jenis treatment yang digunakan. Menurut mereka, kondisi dasar kulit juga memiliki peran penting dalam menentukan seberapa baik kulit merespons suatu prosedur. Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Hasil Treatment Bisa Kurang Maksimal?

Menurut dr. Mathelda Weni, cukup banyak pasien yang mengeluhkan sudah rutin menjalani treatment setiap bulan, baik menggunakan collagen stimulator maupun skin booster, tetapi hasil yang diperoleh masih belum optimal.

Menanggapi hal tersebut, dr. Feidriwan menjelaskan bahwa selama ini banyak perawatan lebih berfokus pada merangsang pembentukan kolagen baru, sementara kondisi kolagen yang sudah ada di dalam kulit sering kali kurang mendapat perhatian.

Beliau mengibaratkan bahwa kolagen juga mengalami proses penuaan. Seiring waktu, kolagen dapat mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia maupun paparan lingkungan. Jika kolagen yang menjadi “fondasi” kulit sudah mengalami kerusakan, maka stimulasi yang dilakukan secara terus-menerus belum tentu menghasilkan kualitas kolagen baru yang optimal.

Tidak Hanya Kolagen, Fibroblast Juga Berperan Penting

Dalam diskusi tersebut, dr. Mathelda Weni juga mengingatkan bahwa selain kolagen, terdapat komponen lain yang memiliki peran penting, yaitu fibroblast.

Fibroblast adalah sel yang bertugas memproduksi kolagen, elastin, dan berbagai komponen penting lain yang menjaga struktur kulit. Menurut beliau, selama ini perhatian sering kali hanya tertuju pada stimulasi kolagen, sementara kondisi fibroblast sebagai produsen kolagen justru terlupakan.

Karena itu, muncul pertanyaan penting: apakah ada treatment yang dapat membantu mendukung kondisi fibroblast sehingga mampu bekerja lebih optimal?

Mengapa Lingkungan Kulit Juga Harus Dijaga?

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Feidriwan memberikan ilustrasi sederhana. Beliau mengatakan bahwa lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi kualitas kerja fibroblast.

Apabila sebagian besar fibroblast sudah mengalami penurunan fungsi akibat proses penuaan, stimulasi yang diberikan berulang kali belum tentu menghasilkan kolagen dengan kualitas yang lebih baik. Dengan kata lain, bukan hanya jumlah stimulasi yang penting, tetapi juga kondisi lingkungan tempat fibroblast bekerja.

Konsep inilah yang menjadi dasar berkembangnya berbagai pendekatan regeneratif dalam dunia estetika modern, yaitu membantu menciptakan kondisi kulit yang lebih sehat sebelum memberikan stimulasi tambahan.

Native Collagen sebagai Pendekatan Pendukung

Menurut dr. Feidriwan, salah satu treatment yang dapat dipertimbangkan adalah native collagen.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa native collagen membantu menghadirkan kolagen yang sehat ke dalam kulit sehingga lingkungan di dalam dermis menjadi lebih baik. Dengan kondisi jaringan yang lebih sehat, fibroblast diharapkan dapat bekerja dalam lingkungan yang lebih mendukung.

Dr. Mathelda Weni juga menambahkan bahwa pendekatan ini bukan hanya berfokus pada merangsang kolagen, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas lingkungan kulit secara keseluruhan.

Mengenal Collost Secara Singkat

Salah satu produk native collagen yang digunakan dalam pendekatan ini adalah Collost, yaitu native type I collagen yang digunakan dalam terapi collagen replacement.

Berbeda dengan treatment yang hanya berfokus pada stimulasi, Collost membantu mendukung kualitas lingkungan dermis sehingga sering dipertimbangkan sebagai bagian dari protokol kombinasi bersama skin booster, collagen stimulator, maupun prosedur estetika lainnya. Penggunaannya tetap disesuaikan dengan hasil konsultasi dan evaluasi dokter terhadap kondisi kulit masing-masing pasien.

Kesimpulan

Menurut dr. Feidriwan, M.Biomed (AAM) dan dr. Mathelda Weni, M.Kes (AAM), M.M., hasil treatment yang kurang maksimal tidak selalu berarti prosedur yang dilakukan kurang efektif. Dalam beberapa kasus, kondisi kolagen dan lingkungan tempat fibroblast bekerja juga perlu diperhatikan. Karena itu, pendekatan menggunakan native collagen seperti Collost dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menciptakan lingkungan kulit yang lebih sehat sebelum atau bersama treatment lainnya. Dengan strategi yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien, berbagai prosedur estetika dapat saling melengkapi untuk membantu meningkatkan kualitas kulit secara lebih optimal.

Referensi:

  • https://www.instagram.com/reels/DaKnb7DT8sP.

Leave a comment

Custom Plugin aktif 🚀