Skip links

Bagaimana Cara Kerja Native Collagen Dibandingkan Perawatan Kolagen Lainnya?

Bagaimana Cara Kerja Native Collagen – Perkembangan dunia estetika membuat pilihan perawatan kulit semakin beragam. Mulai dari growth factors, skin booster, collagen stimulator, hingga native collagen kini banyak digunakan untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan dan memperbaiki kualitas kulit. Sayangnya, karena sama-sama dilakukan melalui prosedur injeksi, banyak orang menganggap semua treatment tersebut bekerja dengan cara yang sama.

Padahal, masing-masing memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Tim Pyfaesthetic telah berbincang dengan dr. Christian Jevon E. Chandra, Dipl. AAAM (https://www.instagram.com/reels/DZMnIJKz2FF/) yang menjelaskan bahwa native collagen memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan growth factors, skin booster, maupun collagen stimulator. Tidak hanya memberikan sinyal atau rangsangan kepada kulit, native collagen berperan sebagai bagian dari struktur dermis itu sendiri. Lalu, apa sebenarnya perbedaan di antara keempat jenis perawatan ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Growth Factors?

Growth factors merupakan protein alami yang diproduksi tubuh dan berfungsi sebagai pembawa pesan bagi sel-sel dan membantu proses regenerasi serta perbaikan jaringan. Dalam dunia estetika, growth factors digunakan untuk membantu merangsang proses perbaikan jaringan, mempercepat regenerasi kulit, dan mendukung penyembuhan setelah tindakan seperti laser atau microneedling.

Growth factors bekerja dengan cara mengirimkan sinyal biologis kepada sel-sel kulit agar meningkatkan aktivitas regenerasi. Dengan kata lain, growth factors tidak menjadi bagian dari struktur kulit, melainkan membantu mengaktifkan proses penyembuhan alami tubuh.

Karena mekanismenya bergantung pada respons biologis tubuh, hasil yang diperoleh dapat berbeda pada setiap individu, tergantung kondisi kulit dan kemampuan regenerasi masing-masing.

Perbedaan Growth Factors dengan Native Collagen

Dalam wawancara dengan dr. Christian Jevon, dijelaskan bahwa native collagen berbeda dengan growth factors. Jika growth factors berfungsi mengirimkan sinyal kepada sel kulit untuk memperbaiki jaringan yang rusak, native collagen justru menjadi bagian dari struktur internal dermis.

Kolagen merupakan protein utama penyusun kulit yang berperan menjaga kekuatan, elastisitas, dan kepadatan jaringan. Saat kolagen alami berkurang karena faktor usia, struktur kulit ikut melemah sehingga muncul kerutan, kulit kendur, maupun tekstur yang tidak lagi halus.

Dengan pendekatan collagen replacement, native collagen membantu menyediakan kerangka biologis (biological scaffold) yang mendukung lingkungan dermis agar tetap sehat. Karena bekerja langsung pada struktur jaringan, pendekatan ini berfokus pada memperbaiki fondasi kulit, bukan hanya memberikan sinyal kepada sel-sel untuk bekerja lebih aktif.

Apa Bedanya Native Collagen dengan Skin Booster?

Skin booster menjadi salah satu prosedur yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir karena mampu meningkatkan hidrasi kulit secara cepat.

Skin booster umumnya mengandung asam hialuronat (hyaluronic acid) atau kombinasi bahan aktif lain yang disuntikkan ke lapisan dermis. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kadar air di dalam kulit sehingga kulit tampak lebih lembap, kenyal, dan bercahaya.

Dr. Christian Jevon menjelaskan bahwa native collagen bekerja lebih dalam pada lapisan kulit dibandingkan skin booster. Jika skin booster berfokus pada hidrasi dan kualitas permukaan kulit, native collagen bertujuan membantu mendukung struktur dermis sehingga lingkungan tempat kolagen alami terbentuk menjadi lebih sehat.

Dengan kata lain, kedua prosedur ini memiliki tujuan yang berbeda. Skin booster lebih berorientasi pada peningkatan hidrasi dan kualitas permukaan kulit, sedangkan native collagen berfokus pada fondasi jaringan kulit yang lebih dalam.

Bagaimana dengan Collagen Stimulator?

Collagen stimulator merupakan kelompok produk injeksi yang dirancang untuk merangsang tubuh memproduksi kolagen baru. Beberapa bahan yang paling umum digunakan dalam kategori ini antara lain poly-L-lactic acid (PLLA) dan calcium hydroxylapatite (CaHA).

Collagen stimulator bekerja dengan menciptakan respons biologis pada jaringan sehingga fibroblas terdorong menghasilkan kolagen baru secara bertahap. Karena proses tersebut bergantung pada respons tubuh, hasilnya biasanya mulai terlihat beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah tindakan.

Dalam wawancara dengan Pyfaesthetic, dr. Christian Jevon menjelaskan bahwa native collagen memiliki mekanisme yang berbeda. Native collagen tidak bekerja dengan memicu inflamasi sebagai bagian dari proses pembentukan kolagen. Sebaliknya, terapi ini bertujuan memperbaiki lingkungan tempat pembentukan kolagen berlangsung secara menyeluruh. Oleh karena itu, efek awal setelah penyuntikan dapat dirasakan lebih cepat karena kolagen yang diberikan sudah menjadi bagian dari struktur dermis, bukan sekadar memicu respons regenerasi.

Mana Treatment yang Lebih Baik?

Tidak ada satu jenis treatment yang dapat dikatakan paling baik untuk semua orang. Pemilihan prosedur bergantung pada kondisi kulit, usia, tujuan perawatan, dan hasil yang ingin dicapai.

Growth factors umumnya digunakan untuk mendukung regenerasi dan penyembuhan jaringan. Skin booster lebih cocok bagi mereka yang menginginkan kulit terasa lebih lembap, kenyal, dan bercahaya. Sementara itu, collagen stimulator biasanya dipilih untuk meningkatkan produksi kolagen secara bertahap dalam jangka panjang.

Di sisi lain, native collagen menawarkan pendekatan yang berbeda dengan membantu mendukung struktur dermis melalui collagen replacement sehingga lingkungan kulit menjadi lebih sehat. Karena setiap treatment memiliki mekanisme kerja yang unik, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menentukan prosedur yang paling sesuai.

Baca Juga:

Kesimpulan

Meskipun sama-sama bertujuan memperbaiki kualitas kulit, growth factors, skin booster, collagen stimulator, dan native collagen memiliki cara kerja yang berbeda. Growth factors mengirimkan sinyal kepada sel untuk mempercepat regenerasi, skin booster meningkatkan hidrasi kulit, sedangkan collagen stimulator merangsang pembentukan kolagen baru melalui respons biologis tubuh.

Sementara itu, native collagen bekerja sebagai bagian dari struktur dermis untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kesehatan kulit secara menyeluruh. Memahami perbedaan ini dapat membantu pasien dan dokter memilih strategi perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.

Referensi:

  • https://www.instagram.com/reels/DZMnIJKz2FF.
  • https://www.medik8.com/pages/everything-you-need-to-know-about-growth-factors?srsltid=AfmBOoolbDdLIgQO2XCpBOXoFUdL0Jffqb2Vnhm_Plyf_gA9hw9VJ3Xz.
  • https://www.vogue.com/article/skin-booster.
  • https://www.novuskin.com/collagen-stimulator-injections-guide.

Leave a comment

Custom Plugin aktif 🚀

×

PYFAESTHETIC VERIFICATION